Jumat, 14 September 2012

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Waduk Gajah Mungkur merupakan tempat yang terletak di Kabupaten Wonogiri Propinsi Jawa Tengah. Pembangunan dimulai pada tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk Gajah Mungkur dengan luas kurang lebih 8800 ha di 7 Kecamatan dengan membendung sungai Bengawan Solo. Waduk ini sangat bermanfaat untuk pengairan sawah di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen dan juga di gunakan untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) menghasilkan 12,4 MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung.
     selalu menjadi tempat favorit untuk wisatawan lokal maupun luar wilayah Kabupaten Wonogiri. Terutama saat hari libur nasional maupun libur anak sekolah. Salah satunya saat libur Lebaran yang membuat WGM selalu ramai pengunjung. Kesempatan itu tak hanya menguntungkan pengelola kawasan wisata WGM, tetapi juga masyarakat di sekitar waduk. Mereka ada yang membuka warung makan dan menjual ikan goreng hasil tangkapan nelayan dan budidaya karamba waduk.
Waduk ini direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun. Namun, sedimentasi yang terjadi menyebabkan umur waduk ini diperkirakan tidak akan lama. Perum Jasa Tirta Bengawan Solo kewalahan untuk melakukan perawatan terhadap Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang menjadi tugasnya. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang parah menyebabkan sedimentasi waduk sangat tinggi.[1]